Gunung Fuji Tokyo
Berita

Undang-Undang Tenaga Kerja Asing Jepang di Loloskan

Tenaga Kerja Asing Filipina
Tenaga Kerja Asing Filipina

Banyak orang jepang yang menolak akan hadirnya undang undang baru yang mengijinkan Pekerja asing untuk masuk kedalam negeri sakura tersebut walaupun kenyataannya saat ini jepang kekurangan tenaga kerja.

Ken Kato adalah seorang yang pemdukung partai konservatif jepang yaitu Partai Demokratik Liberal,ia berpendapat bahwa keyakinannya akan pemerintahan tengah di uji oleh undang-undang yang menyebabkan invasi oleh ribuan pekerja asing.

Perdana Menteri Shinzo Abe Mengatakan bahwa jepang saat ini membutuhkan pekerja asing karena kurangnya tenaga kerja di Jepang saat ini belum lagi jepang saat ini sedang di landa perkara kecilnya tingkat kelahiran dan reproduksi di negara tersebut.

Namun Kato tidak setuju dengan pernyataan Shinzo Abe dan Mengatakan “bahwa sesungguhnya pemerintah sudah terlalu banyak tunduk kepada permintaan para pebisnis,Ekonomi Jepang tidak akan selamanya kuat dan ketika ekonomi melemah kita akan menghadapi masalah kurangnya lapangan pekerjaan karena para pekerja asing” sebut Kato.

Kato adalah salah satu diantara sebagian banyak orang jepang yang menolak akan undang-undang baru tersebut,bedasarkan polling dari media setempat jepang bahwa ada sekitar 55% warga jepang menyuarakan keberatannya terhadap undang-undang tersebut.

Isu ini berkembang dengan sangat pesat dan menyebabkan Shinzo Abe kehilangan 4% total suara menjadi 37% dari yang awalnya 41%.

Walaupun demikian Shinzo Abe tetap tidak merubah pendiriannya dan tetap berpendapat bahwa saat ini jepang sedang dalam keadaan genting akibat kekurangan tenaga kerja dan sistem baru perlu di terapkan untuk para pekerja asing dengan keahlian dapat berkontribusi untuk Jepang.

Tingkat pengangguran di Jepang saat ini berada di tingkat paling rendah selama 25 tahun terakhir.

Saat ini di Jepang tingkat ketersediaan lapangan kerja adalah yang paling tinggi di banding 44 tahun terakhir ini,perbandingannya adalah 160 lapangan perkerjaan untuk 100 pelamar pekerjaan.

Undang-Undang yang baru di berlakukan di percaya mampu untuk menutup keterbatasan tenaga kerja yang sedang terjadi di jepang saat ini,tapi di perkirakan sekaligus juga akan menambah masalah baru di kalangan masyarakat Jepang sendiri.

Catatan Hukuman Mati di Jepang

Permasalahan Tenaga Kerja Asing di Jepang

Banyak yang mengatakan bahwa kebijakan ini akan menjadi suatu celah untuk perusahaan menyalahgunakan kebijakan ini untuk menggaji pekerja asing dibawah UMR bahkan tidak sedikit juga penyalahgunaan ini berakibat para pekerja tidak di bayar dan mendapatkan fasilitas yang minimal.

Bahkan terjadi beberapa kasus dimana para tenaga kerja asing meninggal akibat kecelakaan kerja pada tahun 2014 dan 2016 banyak juga pekerja asing yang melarikan diri akibat lingkungan kerja yang tidak mendukung.

Sadar akan keresahan publik dan akibat dari isu yang berkembang dari undang-undang ini,pemerintahan jepang juga telah berinisiatif untuk merencanakan program yang diharapkan dapat membantu para pekerja asing untuk lebih mudah berasimilasi di negara tersebut.

Termasuk juga dalam program tersebut pusat layanan konsultasi untuk 47 prefektur dan juga memberbolehkan pekerja asing untuk membuat rekening bank dan juga mengijinkan mereka untuk pembelian handphone secara kontrak.

Para penyedia lapangan kerja juga di haruskan untuk menunjukan bukti bahwa mereka tidak terlibat dalam organisasi kejahatan,tidak pernah melakukan melakukan PHK dan juga berkomitmen untuk membayar upah sesuai dengan hak para tenaga kerja tersebut.

Tenaga Kerja Asing Timor Timur
Tenaga Kerja Asing Timor Timur dan anaknya

Jika tenaga kerja asing merasa nyaman dan aman di Jepang maka di perkirakan gesekan antara warga asing dan jepang sendiri akan berkurang.

“suatu kebijakan dan program yang bagus untuk para pekerja asing seperti layanan konsultasi,pembukaan rekening dan lainnya akan tetapi kita ingin pemerintahan juga melindungi hak asasi para pekerja di dalam tempat kerja mereka maupun didalam kehidupan bermasyarakat di jepang” Kata Kosuke Oie,salah satu member dari JFBA

Kosuke dan Koleganya khawatir bahwa sistem yang baru ini akan mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu,belum lagi sistem baru ini akan membuka celah yang lebar untuk para calo tenaga kerja jika penerimaan tenaga kerja asing sepenuhnya di lakukan oleh pihak swasta.

Kebijakan tinggal selama 5 tahun di jepang juga memiliki permasalahannya sendiri.

“kita tidak mau hanya memperlakukan para tenaga kerja asing dengan baik namun ketika ekonomi mulai melemah,kita harus memaksa mereka untuk keluar,harus ada suatu aturan yang objektif dan transparan untuk hal ini” sebut Kosuke.

Saat ini undang-undang telah di setujui dan akan di berlakukan pada april tanggal 1 mendatang dan di perkirakan celah tersebut akan sulit untuk di tutup.

“Banyak yang akan merasa risih dengan para tenaga kerja asing yang berbicara dengan bahasa mereka,berbicara dengan volume yang keras,atau membuang limbah sampah tidak pada tempat dan hari yang tepat,tetapi saat ini pemerintahan sedang fokus untuk hal yang lebih positif dan kita juga seharusnya begitu” kata Jun Okumura,Seorang pengamat politik di
Meiji Institute.

“Pemerintah mungkin tidak berbuat banyak untuk memperbaiki isu negatif yang berkembang tentang para pekerja asing,tapi saya percaya para pekerja ini adalah para pekerja keras yang datang kesini untuk mendapatkan nafkah demi keluarga dan masa depan mereka,bukanlah orang yang datang kesini untuk memperkosa wanita jepang dan membunuh supir taxi” lanjut Okumura.

Namun Kato masih belum sepenuhnya memiliki keyakinan penuh akan hadirnya pekerja asing di Jepang.

“kita bisa ambil contoh beberapa negara di Eropa,Prancis,Inggris,Jerman yang membiarkan ribuan imigran dari berbagai latar belakang masuk ke negara mereka,aku pikir sudah jelas bahaya yang di timbulkan akibat itu” Sebut Kato

“kita harus mengambil langkah pencegahan terhadap extremis yang bisa menghadirkan ancaman untuk Jepang dan kejadian di negara lain seharusnya sudah bisa menjadi pelajaran untuk kita untuk lebih mengutamakan rakyat Jepang dibandingkan dengan yang lain.” Lanjutnya

Sumber : SCMP

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *